DARI FANS, UNTUK FANS
← Semua ceritaLOCAL PRIDE · THE FAN EDIT

Anggun Muncul di Sundance Lewat Para Perasuk, Admin Langsung Punya Obsession Baru

Dari panggung musik ke layar film: Anggun memerankan Guru Asri dalam Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja yang tampil di Sundance 2026.

Foto Anggun C. Sasmi
Foto: Casey J. Newell / WikiPortraits · CC BY-SA 4.0 · Sundance Film Festival 2026 ↗

ADMIN MAU CERITA SEDIKIT: biasanya folder Anggun kita isinya panggung, lagu, dan look yang susah dilupakan. Lalu muncul potret beliau di Sundance Film Festival 2026, berdiri di depan backdrop festival dengan busana bernuansa emas. Seketika folder musik harus berbagi tempat dengan folder film. Alasannya bukan cuma soal fotonya yang bagus. Ada karya Indonesia yang dibawa ke panggung perfilman internasional, dan Anggun menjadi bagian dari para pemerannya. 🎬

Film itu berjudul Para Perasuk, atau Levitating untuk penayangan internasional. Sundance Institute memasukkannya ke dalam program World Cinema Dramatic Competition 2026 dan mencatatnya sebagai world premiere. Pemutaran perdana berlangsung pada 24 Januari 2026 di Park City, Utah. Ini bukan kabar bahwa filmnya baru diumumkan hari ini; kita sedang membuka kembali salah satu momen menarik dari awal tahun.

Dari Playlist ke Daftar Pemeran

Menurut laman rumah produksi Rekata Studio, Anggun memerankan Guru Asri. Deretan pemain film arahan Wregas Bhanuteja itu juga mencakup Angga Yunanda sebagai Bayu, Maudy Ayunda sebagai Laksmi, Bryan Domani sebagai Ananto, dan Chicco Kurniawan sebagai Pawit. Rasanya seru melihat nama yang selama ini identik dengan musik muncul dalam jajaran pemeran sebuah cerita yang lahir dari sineas Indonesia.

Jangan buru-buru menyimpulkan bagaimana Guru Asri muncul atau seberapa besar pengaruhnya terhadap cerita hanya dari foto premier. Kredit pemeran memastikan karakter yang dimainkan Anggun, tetapi untuk membaca adegan dan perkembangan tokohnya, tentu kita perlu menonton filmnya. Di Lemari Idola, rasa penasaran boleh lebay; fakta tetap harus punya pijakan.

Cerita yang Dibawa ke Sundance

Sinopsis resmi Sundance memperkenalkan Bayu, pemuda yang ingin menjadi pemimpin ritual kerasukan dalam sebuah perayaan komunal. Ia berharap bisa menggalang dana untuk mencegah penggusuran di kampungnya. Dari premis itu, film merangkai persoalan komunitas, tradisi, dan perjuangan mempertahankan ruang hidup. Jadi ini bukan cerita yang hanya mengandalkan atraksi supernatural; ada persoalan sosial yang menjadi penggerak kisahnya.

Di catatan kuratorialnya, Sundance menyoroti bagaimana Wregas Bhanuteja memakai musik, gerak, humor, dan emosi untuk membangun dunia film. Komposer Yennu Ariendra tercantum dalam kredit resmi, sementara jajaran penulisnya meliputi Wregas, Defi Mahendra, dan Alicia Angelina. Untuk penggemar Anggun, pertemuan antara film dan unsur musikal ini menarik dibahas tanpa perlu mengarang bahwa ada lagu tertentu yang ia nyanyikan di dalamnya.

Detail Foto yang Bikin Admin Berhenti Scroll

Potret utama artikel ini diambil oleh Casey J. Newell untuk WikiPortraits pada 24 Januari 2026 saat Sundance Film Festival. Anggun terlihat mengenakan lapisan busana emas bermotif dengan rambut hitam terurai, di depan latar nama festival. Kita boleh mengagumi pilihan tampilannya, tetapi foto ini adalah dokumentasi kehadirannya di Sundance, bukan cuplikan adegan Guru Asri dalam film. Jadi jangan sampai tertukar saat membagikannya.

Ada perasaan berbeda ketika mengikuti seorang figur yang karyanya pernah menemani playlist, lalu melihatnya hadir dalam proyek lintas disiplin. Bagi admin, yang paling menarik bukan narasi bahwa ia harus membuktikan sesuatu, melainkan keberanian mengisi ruang kreatif yang berlainan: dunia rekaman memiliki ritmenya sendiri, dan film menuntut kerja kolaboratif dengan sutradara, penulis, serta sesama pemain.

FilmIndonesia mencatat Para Perasuk sebagai film drama Indonesia tahun 2026 dengan durasi 119 menit, sementara situs Rekata menampilkan rincian pemeran serta materi produksinya. Dua sumber itu membantu kita membaca momen Sundance sebagai bagian dari perjalanan nyata sebuah film, bukan sekadar unggahan foto yang kemudian diberi caption heboh. Kalau penasaran, mulailah dari sinopsis dan kreditnya sebelum masuk ke interpretasi.

Putusan Admin: Satu Foto, Banyak Pintu Cerita

Yang awalnya terlihat seperti satu foto Anggun di festival ternyata membuka pembahasan tentang akting, musik, ritual, dan sinema Indonesia. Kita tetap menyimpan potret busana emasnya karena memang susah dilewati begitu saja, tetapi menyimpan konteks di samping foto jauh lebih memuaskan. Folder idola bertambah, daftar tontonan juga ikut panjang. 🪄

Sumber & Catatan Editorial

Tulisan apresiasi dari sudut pandang penggemar. Pernyataan faktual mengenai profil/karier mengacu pada sumber yang tercantum. Bukan laporan kejadian terbaru atau pernyataan resmi figur.

Referensi profil / karya ↗

Foto: Casey J. Newell / WikiPortraits · CC BY-SA 4.0 · Sundance Film Festival 2026 ↗